wak aku mari ngelencer

“gak ngoros sing gak ngerti”.Cerita ini berawal dari rencanaku untuk menebus janji yang pernah aku ingkari untuk bertemu teman maya di ibu kota.maklum waktu itu lagi kenak wabah kanker,baby fish sedang terkena wabah mati muda.imbasnya membuat mother fish seperti saya jadi bersedih.sudahlah itu cerita pahit yang harus hilang.

Hari yang kutunggu datang juga syukur uang ala kantong back packer pun mencukupi untuk pergi ke ibukota langanan banjir itu.dengan perhitungan ekonom kampung maka moda transpotasi yang di pilih adalah  mengunakan kereta api kelas 2 .walau kereta indonesia di kenal sebagai kereta usang dari luar negeri aku percaya pada masyarakat yang masih banyak menaikinya.

Lagi

Lagu Alam Dalam Tangisan

Banjir melanda Alam Semesta,

sang penghuni ikut merasakan penderitaan alam semesta.

namun kita tidak mengetahui apa yang kita perbuat pada alam

hingga marah pada kita.

Lautan,hutan,Rawa dan tanaman bakau kini hancur

karena balutan ekonomi menlanda nusantara.

kapankah kita sadar akan perbuataan kita

hingga alam tak pernah memberikan hasilnya yang melimpah,

namun sebaliknya kita sang penghuni alam merasakan akibat alam

yang mulai tak menentu .

Alam kapan engkau bangkit lagi”

Kamis,08- 04 – 2010(By BoGeL)