Pinhole

Kata yang bikin orang mengartikan antara positif dan negatif, ini hanya kata pemula yang menyebutkan ilmu fotografi masa lalu yang mengunakan ruang gelap sebagai media dan lubang yang sekecil jarum sebagai lensanya.

Secara prinsip pengunaan kamera yang paling murah di dunia ini sangat bermanfaat dan tidak di boleh di sepelehkan oleh penghobi fotografi yang lebih cangih dan tentunya lebih mahal, karena ketika melihat cara pengunaan yang di praktekan oleh ahli, ternyata prinsip pengunaan tidak ada ketetapan baku.

Berawal dari gresik dapatlah ilmu fotografi yang sudah ada dari jaman dulu namun ramai di indonesia beberapa tahun kebelakang, teman blogger yang sudah senior tenyata memilik ilmu pinhole dari belajar beberapa tahun di kota bandung, kota pertama kali di indonesia yang mempratekan pinhole dalam dunia fotografi.

Pertama kali belajar pinhole di pelataran monumen tugu pahlawan surabaya, dengan mengambil panorama perjuangan di sekitar monumen. dengan meneteng kaleng rokok yang sudah di setting sedemikian hingga menjadi kamera. Lagi

Geng Motor

“gak ngoros sing gak ngerti” Kata yang tak seharus di ucapakan pada anak muda yang berkumpul dengan indentitas membawa sepeda motor. rata – rata dari mereka masih anak sekolah dan membutuhkan kedua orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Hal yang mereka lakukan itu hanya pelarian mencari jati diri, kalau memang hobi mungkin mereka akan menjadi pembalap yang mengharumkan nama bangsa. hanya anak muda yang terpengaruh oleh uang dan nama besar dikalangan mereka padahal secara tak sadar mereka merugikan kedua orang tua.

Mungkin yang diuntungkan adalah mekanik yang kesulitan finasial yang bersusahan payah untuk memenuhi kebutuhan hidup. padahal  hasil yang di dapat itu kalau di berikan kepada keluarga atau bahkan kepada anak bagi yang sudah berkeluarga itu haram karena hal itu termasuk perjudian. Lagi

Dasar Kroco’

“gak ngoros sing gak ngerti” cerita apes yang jadi bahan berita di media online yang di kelola teman yang sangat siip.berawal dari niat kembali kejakarta untuk menghadiri acara komunitas blogger detik aku berangkat dengan uang saku yang serba pas-pasan maklum kampungan karo pondok’an.

Dengan do’a dari seluruh keluarga di rumah ” tak do’a selamet yoh leh”  tutur nenek.berangkatan lebih awal di stasiun di belakang PGS aku membeli satu tiket ekonomi dengan kereta kertajaya.rasa was-was datang seketika ketika banyak anak muda yang berpakai suporter naik. isi perasaan nak dodo kok bahaya ambek serem.

Lagi

wak aku mari ngelencer

“gak ngoros sing gak ngerti”.Cerita ini berawal dari rencanaku untuk menebus janji yang pernah aku ingkari untuk bertemu teman maya di ibu kota.maklum waktu itu lagi kenak wabah kanker,baby fish sedang terkena wabah mati muda.imbasnya membuat mother fish seperti saya jadi bersedih.sudahlah itu cerita pahit yang harus hilang.

Hari yang kutunggu datang juga syukur uang ala kantong back packer pun mencukupi untuk pergi ke ibukota langanan banjir itu.dengan perhitungan ekonom kampung maka moda transpotasi yang di pilih adalah  mengunakan kereta api kelas 2 .walau kereta indonesia di kenal sebagai kereta usang dari luar negeri aku percaya pada masyarakat yang masih banyak menaikinya.

Lagi

Lagu Alam Dalam Tangisan

Banjir melanda Alam Semesta,

sang penghuni ikut merasakan penderitaan alam semesta.

namun kita tidak mengetahui apa yang kita perbuat pada alam

hingga marah pada kita.

Lautan,hutan,Rawa dan tanaman bakau kini hancur

karena balutan ekonomi menlanda nusantara.

kapankah kita sadar akan perbuataan kita

hingga alam tak pernah memberikan hasilnya yang melimpah,

namun sebaliknya kita sang penghuni alam merasakan akibat alam

yang mulai tak menentu .

Alam kapan engkau bangkit lagi”

Kamis,08- 04 – 2010(By BoGeL)